TOURING & HIKING TO PULOSARI MOUNT

  Bina Insani, 11 Januari 2017. Alhamdulillah liburan sekolah telah usai. Tentunya banyak siswa/i yang menghabiskan waktu berlibur ini dengan bertamasya ke obyek wisata seperti pantai, gunung, kebun binatang, mall serta ‘interesting places’ lainnya. Baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri. Tak terkecuali FKR (Forum Kajian Remaja) Bina Insani. Lembaga yang fokus pada Pembinaan pelajar di bawah YAYASAN BINA INSANI CAHAY ABADI ini tidak mau melewatkan waktu liburnya begitu saja. Terbukti, 2 minggu lalu, tepatnya tanggal 28 – 30 Desember 2016, kami touring & hiking ke gunung Pulosari, Desa Cilentung Kab. Pandeglang – Prop. Banten.

“Kami berjumlah 11 orang, 5 orang dari SMAIT Bina Insani diantaranya: Ahmad Naufal, Wira, Azfar, M. Yunus dan Muhsin Sabilillah. Dan sisanya… alumnus Bina Insani seperti: Abiyyu (SMAIT Abu Bakar Jogja), Alwas (MAN 2 Serang), Anas (SMAIT AL Kahfi Sukabumi), Ponco (SMA 1 Cilegon) serta Aziz (Ponpes Asy Syifa Subang)”, ujar M. Syafii, Ketua FKR BI.

Antusiasme para pendaki terlihat dari semangat mereka saat berangkat hingga menuju lokasi. “Kami berangkat dari waringin jam 14.30 WIB menggunakan motor melalui rute: Sasahan – Cokop Sulanjana – Cilowong (taktakan) – Pasar CiomasMandalawangi – Kp. Cilentung. Perjalanannya cukup mengasyikan, kanan kiri gunung, sesekali tikungan tajam, menurun serta kadang menanjak. Pokoknya seru deh… Kami jadi tahu daerah-daerah di banten ini”, seru Ahmad Naufal, Siswa kelas XI SMAIT Bina Insani.

Kegiatan yang memakan waktu 3 hari 2 malam ini merupakan salah satu program andalan FKR guna memperkenalkan mereka pada alam bebas serta sebagai rasa  syukur pada ALLAH SWT dalam bentuk tadabur alam. Lebih lanjut, Pak Syafii menambahkan,”Kegiatan touring & hiking ini guna melatih mental anggota FKR agar muncul keberanian, kemandirian serta kreatifitas mereka. Nah, guna mewujudkan itu semua, tadabur alam kami anggap cocok sekali guna menstimulus munculnya sikap-sikap tersebut”.

Gunung Pulosari merupakan salah satu gunung yang paling sering dikunjungi oleh para pendaki. Alasannya? Di samping tinggi gunung ini terbilang pendek, ­+1346 mdpl (meter diatas permukaan laut), maka sangat cocok bagi pendaki pemula untuk uji nyali. Untuk mencapai puncak Gunung ini, para pendaki melewati 4 pos antara lain: POS 1 (Regestrasi), POS 2 (Curug Putri), POS 3 (Kawah) dan POS 4 (Puncak Gunung).

   Mengenai respon para pendaki cukup beragam. Alwas, salah seorang alumnus SDIT & SMPIT Almasykar Bina Insani ini berujar, “Kami start dari Pos 1 pukul 7 malam. Baru jalan ­+ 1 jam pandangan mulai kunang-kunang, maklum baru kali ini naik gunung. Akhirnya diputuskan istirahat sebentar. Trus lanjut lagi. Dah sampai curug putri kelelahan sedikit terbayar. Subhanallah, pemandangannya bikin takjub”. Siswa yang kini duduk di kelas XI MAN 2 serang ini melanjutkan ceritanya, “Dari POS 1 hingga ke POS 2 dibutuhkan waktu 2 jam lamanya.

Terus kami menuju ke kawah. Dengan terus memaksa kaki berjalan terus dan terus, meskipun lelah akhirnya kami pun sampai di kawah + pukul 11 malam. Bisa dibayangkan..tak terasa 4 jam lamanya kami berjalan. Singkat cerita kami mendirikan tenda dan bermalam di kawah”.Lalu siswa yang dikenal aktif berorganisasi di MAN 2 ini terus bercerita, “Keesokan harinya, tepatnya bada Zhuhur hari Kamis, kami mulai lanjut ke Puncak Gn. Pulosari. 

Kini tracknya cukup tajam sekali. Jarang kami temui track datar,    lebih banyak tanjakan curam dengan ketajaman 900. Sangat terjal bukan?? Alhamdulillah, singkat cerita kami tiba di puncak setelah menempuh 1 jam lamanya. Kami ‘stay on the night’ di sana. Subhanallah, baru kali itu saya berada di puncak ketinggian 1346 mdpl. Saya bisa melihat gemerlapnya lampu begitu indah sekali. Saya bersyukur sekali pada ALLAH SWT karena bisa menyaksikan keagungan-Nya plus tadabur ayat-ayatNya”. Mengakhiri ceritanya, ia pun menambahkan, “Kegiatan ini sungguh berkesan sekali. Selain semakin dekatnya dengan teman-teman, kamipun jadi tambah keimanan. Sebab dengan hiking ke gunung, kami merasa begitu kecil sekali dibandingkan dengan ciptaan Allah SWT  yang begitu besar ini. Moga ini menjadi penyadaran pada anak – anak muda zaman sekarang yang kerjaannya hanya hura-hura saja,” demikian pesan Alwas.

So, nantikan kisah-kisah menarik lagi pada kegiatan FKR berikutnya. Don’t miss it..!!

ALLAHU AKBAR…!   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*