TASMI ALQUR’AN (UJIAN AKHIR SEMESTER) KELAS TAKHOSUS

Alhamdulillah, hari ini Rabu, 25 Januari 2017, siswa/i kelas takhosus mengikuti Ujian Akhir Semester TASMI AL-QUR’AN. Sebanyak 5 orang, terdiri dari 4 Akhwat + 1 Ikhwan. Mereka adalah Permata Salsabila (kelas XI), Khansa Syahidah (kelas X), Tazkia Shofa Kamila (kelas X), Vanessa Atifa Zahra (kelas X) dan Ahmad Naufal (kelas XI).

Ahmad Naufal, kelas XI hafal 13.5 Juz

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa/i kelas takhosus namun juga orang tua, kepala unit dari TKIT hingga SMAIT, hingga pengurus Yayasan pun ikut hadir. Saat di ajukan pertanyaan ‘esensi’ kegiatan ini dilaksanakan, Bpk. Mukhtar, S.Pt selaku Ketua LPF (Lembaga Pendidikan Formal) berkata, “Kelas Takhosus diadakan dalam rangka menjawab keinginan orang tua serta anak murid yang ingin sekali menghafal qur’an. Nah, adapun tujuan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka evaluasi sampai sejauh mana mereka, siswa/i takhosus telah menghafal Al Qur’an”.

Dalam sambutan membuka acara tes tasmi ini, Bu Netty Shophia Y,SE,M.Pd selaku Kepala Sekolah SMAIT Bina Insani bersyukur sekali berada di tengah-tengah para penghafal qur’an. “Bapak/ibu, melihat siswa/i takhosus seperti melihat surga. Adem, ayem, hati begitu tenang sekali. Ini menjadi motivasi buat kita semua untuk mau menghafal qur’an”, ujar Ibu 3 anak ini.

Sejak Launching Kelas Takhosus bulan Juli 2016, awalnya diikuti 12 calon peserta. Namun setelah mengikuti beberapa seleksi tes, ternyata yang masuk dalam kriteria hanya 5 orang. Seluruh siswa kelas tersebut berlomba-lomba setiap hari menghafal Al Qur’an. Terbukti setelah berjalan +   7 bulan hasilnya cukup menggembirakan. “Alhamdulillah siswa \i takhosus telah menyelesaikan beberapa juz dengan pencapaian yang beragam. Salsabila 11  juz, lalu Khansa 9 Juz lebih, diikuti berikutnya Tazkia yang telah menghafal 6 juz lebih. Sisanya Vanessa Alhamdulillah mau masuk 6 juz dan terakhir Ahmad Naufal 13,5 juz”, demikian ujar Ustadzah Greni Hasna Pasha selaku Pembimbing Kelas Takhosus ini.

Tes tasmi ini dibagi menjadi 3 tahap. Tahap 1 masing – masing peserta mengambil soal yang telah disediakan penguji. Pada tahap ini, peserta membaca 1 halaman  sesuai soal yang diterima. Permata Salsabila, peserta tes yang kini duduk di kelas XI takhosus ini berujar, “Saya mendapat soal menghafal Juz 2 halaman 3, yakni QS Al Baqoroh ayat 154 – 163. Awalnya saya deg-degan. Maklum, saya adalah peserta pertama yang maju. Alhamdulillah setelah sekian ayat terlampaui ternyata lancar juga.”

Selanjutnya tahap ke-2, yakni peserta diminta melanjutkan ayat. Tazkia Shofa Kamila, siswi kelas X takhosus ini mendapat soal melanjutkan potongan ayat di Surat Ash Shof. “Saya merasa senang karena surat itu saya kuasai, dan saya berharap surat tersebut yang di tes. Alhamdulillah do’a saya terkabul”

Memasuki tes tahap ke-3, panitia memberikan rehat sebentar pada seluruh peserta. Bu Greni, selaku Guru Pembimbingnya memutarkan foto-foto yang berisi kegiatan anak-anak takhosus selama 7 bulan belakangan ini. “Bapak/ibu, sambil mencicipi snack yang telah tersedia, mari kita lihat bersama beberapa foto kegiatan anak-anak takhosus”, ujarnya mengawali pembicaraan. Tangan kanannya sibuk menekan – nekan mouse, sambil berkata, “Alhamdulillah kegiatan kami cukup banyak. Pertama saya akan perlihatkan kegiatan sehari-hari kelas takhosus”. Terlihat para orang tua, seluruh kepala unit serta pengurus yayasan begitu antusias menyimak foto-foto tersebut. Singkat cerita, Bu Greni menjelaskan juga foto-foto kegiatan Dauroh Al Qur’an selama 3 hari di Bandung, yang bertemakan: “3 Hari Hafal 1 Juz”. “Alhamdulillah, bapak /ibu, salah satu siswa takhosus terpilih menjadi peserta terbaik, beliau adalah Permata Salsabila. Dan beliau mendapat kesempatan untuk menyampaikan sambutan di depan peserta lainnya yang saat itu berjumlah 50 orang, ujar pembimbing yang telah hafal 20 juz ini.

Permata Salsabila,kelas XI hafal 11 juz

Tahap berikutnya merupakan tahap terakhir. Berbeda dengan tahap ke-1 & 2. Peserta, pada tahap ini mendapat tugas melanjutkan potongan ayat serta menyebutkan berada di Surat apa & Juz berapa. Sontak masing-masing peserta punya pengalaman tersendiri. Tazkia, siswi yang kini duduk di kelas X takhosus berkata:“Bersyukur saya dapat Surat Al Mujadilah ayat 19 – 22. Awalnya lancar,,eh pas di tengah-tengah ayat saya lupa..alhamdulillah Ustadzah Greni memberikan clue sampai akhirnya lancar hingga selesai”.

Acara penutup diakhiri dengan ungkapan harapan – harapan dari orang tua murid. Menurut Irfan Maulidi, Ayah dari Khansa Syahidah beliau sangat senang sekali dengan adanya kelas takhosus ini sebab putri beliau memang lebih tertarik ke program hafalan Qur’an. Dan ternyata di Bina Insani ada program tersebut. Beliau pun berpesan pada semua orang tua murid: “Idealnya orang tua mesti punya hafalan yang setara dengan anaknya agar mudah memurojaah bersama”, ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Dari peserta ada juga yang memberikan ungkapan harapan, salah satunya Permata Salsabila. Putri I dari Bpk Zaenal Muttaqin ini pun berkata, “Semoga ke depannya lebih lancar lagi dan lebih sering diadakan tes tasmi ini guna menumbuhkan mental berani”.

Tak hanya orang tua murid maupun peserta tasmi, seorang pengawas SMAIT Bina Insani dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Bpk Ahmad Yusuf pun ikut berkomentar, “Saya baru pertama kali ini menemukan program khusus kelas hafalan. Semoga program ini mampu melahirkan banyak para penghafal di negeri ini”. Beliau pun menambahkan, “Saya punya 2 anak yang sedang menimba ilmu di pesantren Darul Falah, Pandeglang. Saat ini sudah hafal 3 juz. Dengan melihat program ini saya berharap kelak kedua anak saya bisa hafal 30 juz”, demikian mengakhiri sambutannya. Intinya beliau sangat memberikan apresiasi ke SMAIT Bina Insani atas Program Khusus kelas hafalan. So, keep on memorizing the Holy Qur’an… Wallahu’alam Bishowab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*