KOMITE SIT BINA INSANI GELAR TALK SHOW PARENTING

TALKSHOW PARENTING  “ORANG TUA HEBAT, ANAK DAHSYAT”

Bina Insani , Ahad (09/4) Anak merupakan anugerah terbesar yang Allah berikan. Menjadikan anak yang sholeh dan sholehah merupakan kebanggaan semua orangtua. Oleh karena itu, Komite SIT Bina Insani mengadakan Dialog Interaktif “Orang Tua Hebat, Anak Dahsyat” dengan menghadirkan 2 nara sumber diantaranya Sukro Muhab, M. Si (Ketua JSIT PUSAT) dan Ustzah Oki Setiana Dewi  (Mubalighoh + Artis). Menurut Ketua Panitia, Bani Salamah, dengan diadakannya dialog interaktif ini memberikan bekal pada orang tua bagaimana semestinya mereka mendidik dan membesarkan putra-putrinya. Acara yang dihadiri oleh orang tua murid serta umum ini diperkirakan berjumlah 500 orang lebih.

  Sukro Muhab, memaparkan 5 kriteria Anak hebat. “Guna bersaing di era serba canggih ini maka putra – putri kita mesti memiliki beberapa kecakapan diantaranya memiliki akhlak yang baik, leadership yang hebat, pergaulan yang luas serta memiliki kemampuan bahasa asing guna menghadapi ‘global competition”, katanya.

Sedangkan ustadzah Oki Setiana Dewi lebih memfokuskan pada golden age, konsep multiple intelligence . serta pengecapan pada anak. “Di setiap fase usia, otak anak berkembang. Masa golden age yakni dari 0 – 6 tahun, perkembangan otaknya mencapai 50 %. Lalu dari 6 – 12  tahun mencapai 80 % dan selebihnya hingga usia 18 tahun 100%,” ujarnya. Menurut aktris Film “Ayat – ayat cinta ini’ bahwa  dengan berpegang teguh pada perkembangan otak diatas maka selaku orang tua mesti mengenal potensi terbaik putra/i-nya. Dunia barat mengenalnya dengan konsep Multiple Intelligences (kecerdasan majemuk). “Selain itu memanggil anak dengan penyebutan; Anak bodoh, nakal dan kata-kata buruk lainnya mesti dihindarkan. Sebab kata – kata merupakan do’a,” ujarnya di depan para orang tua.

Dewi Juniarti, orang tua dari M. Ariiq Firdaus berkomentar bahwa materi tersebut sangat bagus serta bermanfaat   sekali buatnya. Pasalnya, orang tua mesti menjadi contoh yang baik terlebih dulu sehingga tidak hanya  menyuruh dan menyuruh anak – anaknya. “Dibutuhkan kesabaran yang terus menerus guna menjadi orang tua yang hebat. Saat ini 2 anak saya beranjak remaja, di fase tersebut orang tua menjadi sahabat mereka,” katanya. “Oleh karena itu, orang tua mesti belajar juga dari anak sehingga terjalin komunikasi efektif,” pesannya pada seluruh orang tua saat mengakhiri wawancara.

    Selain Dialog Interaktif, Komite SIT Bina Insani juga Launching ‘KELUARGA QUR’ANI’ dimana para peserta yang hadir membaca masing-masing 1 juz qur’an. Setelah selesai membaca (tilawah) lalu ditutup dengan do’a khotmil qur’an dipimpin oleh siswi-siswi SMPIT & SMAIT Bina Insani. Dalam sambutannya, Bani Salamah, orang tua Muhsin Sabilillah berkata bahwa Al Qur’an mesti menjadi pedoman hidup kita dan keluarga. “Untuk itu dengan launching Keluarga Qur’ani ini mari interaksi kita terhadap Al Qur’an makin intens. Jadikan Al Qur’an sebagai sahabat keluarga kita,” ujarnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*