STUDIUM GENERALE ; SMPIT Al Masykar Bina Insani

STUDIUM GENERALE SMPIT ABI

Studium generale (SG) adalah tradisi khas kehidupan kampus-kampus besar di Eropa dan Amerika yang tradisi ilmiahnya sudah mapan. Di Indonesia, studium generale atau sering diterjemahkan sebagai kuliah umum, semakin penting dilaksanakan di perguruan-perguruan tinggi sebagai penambah wawasan baru yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

Namun SMPIT Al Masykar Bina Insani (ABI) mengemasnya menjadi sebuah kegiatan dan proses pembelajaran mengenai materi yang sepatutnya diketahui oleh para peserta didik yang hal tersebut tidak diajarkan dalam materi sebuah Mata Pelajaran.

Sebagaimana tahun sebelumnya, kegiatan SG dari masing-masing kelas berbeda materi sesuai dengan orientasi dan kebutuhan peserta didik. Materi-materi Studium Generale itu adalah :

  1. Kelas 9 : Studi Orientasi Lanjut
  2. Kelas 8 : Dauroh Janaiz : Tata Cara Memandikan Jenazah
  3. Kelas 7 : “Remaja Islam dan Pola Pergaulan Syar’i dalam Kontkes Kekinian”

1. Kelas 9 : Studi Orientasi Lanjut 

Sekolah merupakan tempat  untuk mengembangkan kapasitas intelektual, sosial, dan kejujuran/ karir. Selain itu, berpengaruh besar dalam perkembangan remaja. Sekolah yang baik adalah sekolah yang memperhatikan dengan serius perbedaan dalam perkembangan individu, menunjukkan perhatian yang mendalam terhadap kondisi siswa, perkembangan sosial dan emosional, di samping perkembangan intelektual setiap peserta didik. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu kegiatan orientasi studi lanjutan yang dapat memfasilitasi peserta didik untuk menggali informasi tentang sekolah lanjutan dan membantu peserta didik agar mudah memilihnya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 2018 ini bertempat di Gedung Serba Guna SDIT Bina Insani dengan menghadirkan pembicara :

1. Adhis Surya, SP Psi,. Cht., Mht (psikolog)
2. Lailatul Fitriyati, Alumnus SMPIT ABI, Studi di Pondok Modern Gontor
3. Roby Maulana Al Faruq
4. Dendi Abd. Malik, Alumnus SMPIT ABI, Studi di Untirta

Ibu Nur Annisa, S.Pd salah satu panitia penyelenggarakan SG ini berpendapat bahwa ini sangat menarik dan bermanfaat bagi siswa-siswi kelas 9 yangsbeentar lagi akan melanjutkanpendidikan ke sekolah lanjutan atas atau yang sederajat. Melalui kegiatan ini, siswa-siswi lebih bisa mengetahui potensi yang ada dalam diri masing-masing. Untuk ke depannya semoga kegiatan ini bisa selalu diadakan dengan materi yan glebig dalam dan lebih menindaklanjuti hasil tes potensi masing-masing siswa.

Acaranya seru, sangat bermanfaat bag isaya, terutama dalam memilih sekolah lanjutan yang sesuai dan cocok dengan potensi diri saya, supaya tidak hanya ikut-ikutan teman. Syaa juga jadi lebih termotivasi untuk menemukan potensi diri saya setelah mengetahui hasil tes multiple intelligence saya di acara ini. Sayangnya, waktu kegitaan relatif singkat, jadi masih belum puas untuk bertanya lebih jauh tentang sekolah lanjutan”, ungkap Azkiya Mardhiyah siswi kelas 9 SMPIT ABI.

Photo yang lain KLIK AJA ! 


2. Kelas 8 : Dauroh Janaiz : Tata Cara Memandikan Jenazah

 Pengurusan jenazah merupakan bagian dari etika Islam yang diajarkan oleh Rosulullah saw kepada umatnya. Pengurusan jenazah juga merupakan tanda penghormatan terhadap jenazah. Dalam ajaran Islam, ada empat kewajiban bagi setiap muslim terhadap jenazah sesama muslim, yaitu memandikan jenazah, mengkafani, mensholatkan, dan menguburkannya. Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, siswa dan siswi diharapkan akan lebih  mudah mempelajari dan mampu mempraktikannya pada saat terjun ke masyarakat nantinya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan SG yang baik, karena siswa-siswi dapat mengetahui tata cara pengurusan jenazah menurut syariat Islam, mulai dari tata cara memandikan, mengkafani, mensholatkan, serta menguburkannya. Semoga acara ini ini dapat bermanfaat dan memotivasi siswa-siswi untuk meningkatkan iman dan taqwa sebagai bekal persiapan nanyi, karena kita percaya bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan mati”, ujar Vika Marita sebagai penanggung jawab kegiatan.

Selasa 20 Februari 2018, kegiatan yang diisi dan dipandu oleh sepasang suami istri ini, yaitu Ustadzah Tsamrotul Jannah dan Ustadz Yayat Sudrajat, berlangsung penuh canda tetapi serius dan sangat antusias.

“Di kegiatan ini, saya berkesempatan mencobva merasakan simulasi tata cara pengurusan jenazah. Saya merasa ilmu dan pengalaman ini sangat bermanfaat bagi saya, terutama saya jadi teringat dan terbayang akan kematian. Selain itu, saya juga jadi mengetahui ilmu tentang bagaimana cara mengurus jenazah” ucap syukur Najma Rihhadatul ‘Aisy mengikuti kegiatan ini.

 

Photo yang lain KLIK AJA ! 


3. Kelas 7 : “Remaja Islam dan Pola Pergaulan Syar’i dalam Kontkes Kekinian”

Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi Sekarang ini semakin terasa. setiap hari kita bisa menyimak tayangan tv nasional bahkan sampai internasional, banyak kebudayaan mancanegara yang masuk ke Indonesia tanpa filter, internet pun dapat di akses sebebas-bebasnya sehingga banyak anak-anak dan remaja kurang umur yang mengakses situs porno. Fakta yang demikian memberikan bukti tentang betapa negara-negara penguasa teknologi mutakhir telah berhasil memegang kendali dalam globalisasi.            

Munculnya istilah pergaulan bebas seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang semakin maju. Akan tetapi perkembangan ternyata tidak selamanya membawa kemajuan dan banyak juga dampak negatif yang di akibatkan oleh perkembangan iptek, salah satunya adalah budaya pergaulan bebas tanpa batas. Banyak kebudayaan asing yang di contoh oleh generasi muda dan bahkan sudah membumi sebagai adat kebiasaan.

Sikap remaja yang mengalami krisis identitas selama perkembangan menjadikan remaja selalu ingin coba-coba, dan hal inilah yang sangat mudah mempengaruhi generasi muda dalam penyesuaian peran sosial di masyarakat. Apalagi sebagian besar stasiun televisi banyak menayangkan sinetron tentang pacaran di sekolah maupun di kantor. Tentu hal ini sangat merusak moral kaum remaja muslim.

Dampaknya saat ini dirasa sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu hal ini perlu diwaspadai melalui tindakan konkret untuk membentengi diri seorang remaja Islam yang diharapkan menjadi penerus risalah Rosulullah saw. Dengan demikian, dalam mewujudkan benteng kokoh tersebut dari dampak buruk globalisasi, SMPIT ABI menyelenggarakan SG mengenai “Rejama Islam dan Pola Pergaulan Syar’i dalam Kontkes Kekinian” sebagai wujud kepedulian untuk membentengi akidah dan akhlak siswa-siswi agar menjadi remaja Islam sejati yang dilaksanakan pada hari Selasa 20 Februari 2018. Sebagai pembicara dalam kajian ini, SMPIT ABI menghadirkan Ibu Sri Rejeki, S.Pd untuk kelas akhwat dan Bapak Tb. Mohammad Sholeh, M.Pd.

Menurut Oman Faturahman, S.Pd.I selaku penanggung jawab kegiatan  mengatakan bahwa penyelenggaraan SG kelas 7 terbilang sukses dan lancer, Walaupun ada beberapa kendala non teknis yang menjadi bahan evaluasi terkait persiapan pra acara yang mestinya dibenahi ke depannya agar lebih maksimal. Namun hal ini tidak mengurangi antusias siswa-siswi dalam mengikuti acara. Tema yang dipilih sangat tepat dengan anak-anak ‘zaman now’ yang mayoritas memiliki gadget dan akses yang mudah. Pola hidup islami menjadi pilihan mutlak yang harus dibiasakan kepada siswa untuk membnetengi diri, salah satunya dengan kegiatan ini.

Saya merasa senang dengan diselenggarakannya acara ini, karena bisa menambah wawasan saya terutama hal-hal yang belum saya ketahui, misalnya pengaruh buruk dari lagu atau artis Korea yang sebelumnya saya kagumi. Saya dan teman-teman saya akhirnya sadar akan hal itu, termasuk tenatng bahaya pornografi, games online, dll. Semoga kegiatan ini terus diadakan di tahun-tahun selanjutnya” ujar Viola Oktavia salah satu siswi kelas 7B peserta kegiatan tersebut.

Photo yang lain KLIK AJA ! 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*