KEMBARA 2019, “BE SCOUT AND SURVIVE!” SMAIT Bina Insani

Seperti tahun-tahun sebelumnya, jelang pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT), Ambalan Hamzah – Hafsah kembali mengadakan Kemah Bakti Pramuka (Kembara). Be Scout and Survive, dipilih sebagai tema dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu – Jum’at (24 – 26 April 2019).

Pantai Villa Merah, dipilih sebagai bumi perkemahan pada kegiatan yang dikomandoi oleh Huda Oktalia, S.Pd. tersebut. Pantai yang juga dikenal dengan sebutan Pantai Kapal Karam itu, berlokasi di Jl. Raya Karangbolong km 143 Desa Karang Suraga, Kec. Cinangka, Kab. Serang, Banten.

Menurut Huda Oktalia, kegiatan yang diikuti oleh 33 siswa dan 9 gupeg ini bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatkan selama latihan Pramuka yang diikuti oleh setiap anggota ambalan. “Kita berharap, setiap anggota ambalan juga mampu untuk belajar bertahan hidup di suatu tempat yang medannya belum dikenal,” ujar guru Fisika yang biasa disapa dengan bu Lia ini menambahkan.

Selain mengikuti agenda pengenalan dasar-dasar survival, para peserta Kembara 2019 ini juga dituntut untuk menyelesaikan syarat-syarat kecakapan untuk bisa dilantik dalam golongan penegaknya masing-masing. Alhasil, sebanyak 17 siswa berhasil naik tingkat menjadi Penegak Bantara. Sementara 16 lainnya naik menjadi Penegak Laksana.

Dalam amanatnya saat Upacara Pelantikan kenaikan tingkat penegak tersebut, Ketua Mabigus SMAIT Bina Insani, Elin Nurlena, S.Pd., menyampaikan bahwa sejatinya Tri Satya yang diucapkan oleh setiap anggota Penegak merupakan janji yang harus harus ditepati. “Kiranya Allah SWT telah cukup menjadi saksi dalam pelantikan ini. Kami  percaya sepenuhnya, bahwa adik-adik akan senantiasa berusaha menepati janji yang telah diucapkan,” tegas bu guru yang juga Kepala SMAIT Bina Insani tersebut.

Usai dilantik, para peserta Kembara 2019 pun larut dalam kegembiraan. Nafilah (kelas XI) mengungkapkan, ia merasa senang setelah dilantik menjadi Penegak Laksana. “Tapi ada tegangnya juga, coz harus ngasih contoh buat adik-adik kelas,” ujar Pradana Ambalan Hafshah yang kerap disapa Neng itu dengan antusias.

Ditemui di tempat terpisah, Rozak (kelas XI) sependapat dengan Neng. Ia menginginkan agar Ambalan Hamzah – Hafshah makin maju di masa datang. “Langsung deh berenang di pantai bareng temen-temen! Pokoknya seru!” tukasnya ketika ditanya oleh sitbinainsani.sch.id tentang apa yang dilakukannya usai pelantikan.

Namun, bagi Tsabitah (kelas X) Kembara kali ini kurang begitu memuaskan. Menurut siswa takhosus ini, dirinya masih belum puas mempraktikkan kecakapan-kecakapan pramuka yang sudah dipelajarinya selama masa latihan di sekolah. Meski demikian, Bita merasa cukup banyak ilmu baru yang didapat saat Kembara ini, seperti saat praktik membuat bivak dan penggunaan compass.

Secara umum, seluruh rangkaian acara dalam agenda Kembara ini terlaksana dengan baik. Hal itu diungkapkan oleh Khairul Ismi, SP selaku seksi acara. “Alhamdulillah, kami juga sempat mengadakan baksos di Kp. Cipacung – Ds. Karang Suraga saat agenda penjelajahan,” ungkap pak guru yang biasa disapa pak Iril itu. Acara tahunan itu pun ditutup pada hari Jum’at (26/04/2019) pukul 08.00 melalui sebuah upacara penutupan perkemahan khas Ambalan Hamzah – Hafshah. (Qia/Sya-od/Roelis)