
“Parenting for Teacher”
Serang (22/10) – Pendidikan merupakan suatu proses transformasi yang dilakukan seseorang atau masyarakat ke generasi berikutnya, serta dilaksanakan secara sengaja, teratur, terstruktur dan dapat diukur atau diketahui hasilnya. Pada proses pendidikan (formal maupun informal), ada yang bertugas sebagai guru dan berfungsi untuk mengajar. Guru merupakan komponen strategis dalam dunia pendidikan. Tugas dan perannya bukan hanya di sekolah atau kelas tetapi lebih luas serta kompleks, meliputi : pada bidang profesi, guru bertugas mendidik, mengajar, dan melatih. Dalam bidang kemanusiaan, di sekolah, guru berperan sebagai orang tua kedua, yang memberi dan membangun motivasi murid-muridnya untuk belajar serta menambah wawasan dalam berbagai hal. Dalam bidang kemasyarakatan, guru bertugas mendidik dan mengajar masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik serta bertanggung jawab.

Ketua 1 bidang Akademik Yayasan Bina insani Cahaya Abadi bapak Tb.M. Sholeh, M.Pd menyelenggarakan pelatihan Parenting for Teacher. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 22 Oktober 2022 di Gedung Serba Guna Bina Insani. Dalam parenting ini beliau mendatangkan coach yang luar biasa yaitu bapak Lukman Fajar Purwoko, MT.CEC, yang merupakan seorang trainer pusdiklat JSIT Indonesia dan selaku kepala SMP Nurul Fikri Bogor. Tema dari kegiatan ini “Agar Anak Menjadikan Guru sebagai Orang Tua Kedua”.
“Pelatihan Parenting ini adalah hak bapak ibu guru, sayang sekali jika tidak diikuti”. Ucap bapak TB.M.Sholeh, M.Pd.
Peserta dari kegiatan ini yaitu seluruh dewan guru dari TKIT-SMPIT. Harapan diadakannya kegiatan ini yaitu guru mampu menjadi orang tua kedua, guru menjadikan sekolah sebagai rumah kedua, kelasku surgaku, guru mampu dengan tepat mengenali ragam karakter anak dan berpikiran bahwa siswa adalah seperti anak sendiri.

Rangkaian kegiatan di awali dengan senam penguin dan sapa teman yang membangkitkan semangat para peserta. Kemudian, masuk ke acara inti para peserta dibagi menjadi 8 kelompok dengan sistem jigsaw. Para peserta di masing-masing kelompok menuliskan pengalamannya menjadi seorang guru dan kemudian di ceritakan ke teman-teman sekelompoknya.

“Dari pengalaman saya menjadi seorang guru memang benar adanya guru itu luar biasa, sampai suatu ketika saya pernah di gigit oleh siswa tapi Alhamdulillah dengan kesabaran dan kerjasama dengan orang tua,siswa tersebut tumbuh menjadi lebih baik”. Ucap ibu Lilis Mukhlisoh.
Selanjutnya, coach menyediakan sebuah pertanyaan kepada para peserta, ingin menjadi guru seperti apakah bapak ibu. Peserta menuliskan jawabannya di alat tulis masing-masing.
“Saya ingin menjadi seorang guru yang di rindukan siswanya”. Ucap Ibu Fini.
“Saya ingin menjadi guru yang bisa dijadikan sebagai panutan dan dapat di tiru”. Ucap bapak ahmad Aziz
Rangkaian terakhir dari kegiatan ini yaitu para peserta di berikan 8 topik diskusi yang kemudian masing-masing kelompok mendiskusikannya. Setelah itu perwakilan masing-masing kelompok menjelaskan hasil diskusi kepada kelompok lain. Terakhir, coach menutup kegiatan dengan menjelaskan inti dari 8 topik tersebut.

“kita sebagai orang tua kedua untuk siswa, jangan melupakan tumbuh kembang mereka, anak-anak butuh orang-orang yang mau mendengarkan mereka karena, itu akan membangun jati diri. Dan juga seorang guru harus mampu membangun bawah sadar anak-anak, kaitkan apa yang mereka lakukan dengan nilai-nilai yang mereka yakini”. Ucap bapak Lukman Fajar Purwoko, MT.CEC.


Dokumentasi Selengkapnya Klik Di Sini !!!



