
“Dengan Literasi, Perbanyak Informasi dan Raih Prestasi” Studi Literasi IBF SMAIT Bina Insani
Jakarta – Dalam rangka Studi Literasi, SMA Islam Terpadu Bina Insani mengunjungi acara pameran buku islam atau Islamic Book Fair. Pameran buku islam terbesar di Asia Tenggara yang ke 21 ini telah digelar mulai dari tanggal 20 sampai 24 September 2023. Pameran buku ini biasa disebut juga dengan Islamic Book Fair. Tahun ini lokasi IBF berada di Istora Senayan Jakarta.
Tema studi literasi tahun ini adalah “Dengan LIterasi, Perbanyak Informasi dan Raih Prestasi”. Seluruh guru beserta peserta didik SMAIT Bina Insani berangkat dari Waringinkurung menuju Istora Senayan Jakarta pada Hari Jumat 22 September 2023 dengan menggunakan bus. Diawali dengan berkumpul di depan Taman Krakatau pada pukul 06.30 dan mulai berangkat di pukul 07.00. Saat di dalam bus peserta didik memulai perjalanan dengan membaca do’a dan surat Al Kahfi Bersama.
Perjalanan ke IBF memakan waktu selama 2,5 jam, rombongan bus SMAIT Bina Insani sampai di Istora pukul 09.30. Setibanya disana, peserta didik ditugaskan untuk membeli buku tentang tokoh pejuang muslim nasional. Kegiatan part 1 dimulai dari pukul 10.00 hingga pukul 11.30 untuk berburu buku. Pembelian buku tersebut dilakukan dengan iuran berkelompok (kelompok BPI) dengan satu kelompok membeli 1 atau 2 buah buku. Setelah itu, untuk siswa ikhwan beserta guru ikhwan melaksanakan sholat jum’at dan akhwat beserta guru akhwat sholat dzuhur terlebih dahulu kemudian disusul dengan makan siang yang ada di stand IBF. Kegiatan part 2, dimulai dari pukul 14.15- 15.15 dilanjutkan dengan mengikuti bedah buku “Bismillah Aku Baik-Baik Saja”. Setelah itu, guru beserta siswa berkumpul di parkiran untuk bersiap-siap perjalanan pulang ke Waringinkurung.
Studi literasi dianggap perlu dilaksanakan agar peserta didik mampu menumbuhkan semangat dalam menumbuhkan kebiasaan membaca, memiliki wawasan luas serta mampu bekerjasama dengan teman sekelompoknya. Menurut Shufuful Qisthy “IBF kali ini kerasanya kaya tempatnya kecil tapi setelah ditelusuri ternyata luas banget ya. Bagian dalam Gedung Istoranya terasa sempit dan kecil, pas berkeliling di luarnya ternyata banyak banget stand-stand nya, udah gitu luas juga. Untuk penugasan pembelian buku tokoh pejuang muslim Nasional, kelompok saya kebagian tokoh yang sulit dicari, yaitu H.O.S Tjokroaminoto, sampe kita muter-muter.” Ungkapnya.
“Untuk IBF tahun ini banyak sekali penerbit yang ikut bergabung, tapi untuk tata kelola nya dirasa kurang jelas, hanya ada beberapa petunjuk itupun adanya dibagian depan Gedung Istora. Tapi untuk di indoornya terasa nyaman karena sudah tersedia banyak bangku di tribun.” Ungkap Ibu Annisa Nurhayati, S.Pd selaku Pembina BPI yang membimbing peserta didik saat berada di IBF. (tiss_@/humasSMAITBI)
Dokumentasi Selengkapnya KLIK DISINI!



