
SISWA SMPIT AL MASYKAR BINA INSANI GELAR “AKSI INTIFADAH”
Serang – Intifadah yang secara harfiah diartikan sebagai perlawanan, adalah sebuah gerakan yang dilakukan rakyat Palestina, terutama di jalur Gaza, dalam memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan zionis Israel. Gerakan yang meletus pertama kalinya pada 9 Desember 1987 ini menyuarakan tuntutan hak-hak rakyat Palestina yang hilang dirampas penjajah Israel.
Sebagai bagian dalam proses pendidikan, terutama menanamkan semangat membela keadilan dan menegakkan kebenaran, SMPIT Al Masykar Bina Insani mengajak para siswanya untuk mengenang kembali peristiwa gerakan intifadah yang dilakukan rakyat Palestina.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (11/12/2023) tersebut bertujuan untuk mengenal lebih dekat Palestina beserta pernak pernik perjuangan rakyatnya dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah Israel. Masjid As Sunah dipilih menjadi tempat dilaksanakannya kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 11.30 itu.
Ditemui di tempat terpisah, Khairul Ismi, M.Pd., selaku Kepala SMPIT Al Masykar BI mengungkapkan kepada sitbinainsani.sch bahwa dengan kegiatan ini diharapkan para siswa mampu bersikap terhadap perjuangan rakyat Palestina. “Setidaknya mereka (para siswa) memahami dan menolak bentuk-bentuk penjajahan, dan tentu saja mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina, sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945” ujarnya dengan semangat.
Hadir dalam acara tersebut, perwakilan Sahabat Palestina Memanggil (SPM), Ust. Salim Assoba, S.E, CFR. yang bertindak sebagai narasumber. Ust. Salim yang juga Ketua Umum Yayasan Bina Insani Cahaya Abadi (YABICA) tersebut memberikan gambaran sejarah Palestina, lahirnya gerakan intifadah, hingga kondisi terkini Palestina.
“Alhamdulillah, secara umum para siswa menyimak dengan baik. Bahkan sebagian besar dari mereka cukup antusias mendengarkan paparan materi yang disampaikan,” ujar Ust. Salim menanggapi sitbinainsani.sch terkait kesannya dalam berinteraksi bersama siswa SMPIT Al Masykar BI di acara ini. “Kegiatan semacam ini sebaiknya rutin dilaksanakan setiap tahun, sehingga pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pembukaan UUD 1945 khususnya alinea pertama, melekat dengan baik, sehingga mampu bersikap sebagai pendukung perjuangan rakyat Palestina,” ungkapnya.
Dokumentasi Selengkapnya KLIK DISINI!



