
OPTIMALKAN POTENSI SISWA MELALUI “BERKAH” BIMBINGAN KONSELING (BK)
Serang – Salah satu upaya sekolah dalam menangani persoalan yang dialami para peserta didik adalah dengan dihadirkannya program bimbingan dan konseling (BK). Program tersebut hadir dan berperan penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung serta memberdayakan siswa untuk mencapai potensi penuh mereka.
Namun, sering kali muncul stigma negatif terhadap BK dan gurunya akibat dari kesalahpahaman dan kurangnya informasi tentang peran dan fungsi BK. Beberapa stigma negatif yang umum antara lain adalah bahwa BK diperuntukkan bagi siswa yang bermasalah. Atau, kehadiran BK hanya untuk memberi ceramah dengan menghakimi atau mengkritik siswa daripada memberikan dukungan yang diperlukan.
Untuk meminimalisir hal tersebut, pada hari Selasa (23 Juli 2024) SMAIT Bina Insani menggelar Bimbingan Empati untuk Rasa Kesejahteraan dan Harmoni (BERKAH). Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid As Sunnah Bina Insani itu diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas 10 hingga 12 dan dikawal langsung oleh ustadz Muhammad Labib Marzuq, S.Pd.I. selaku staf Bidang Penguatan Karakter Muslim (PKM) YABICA.
Menurut ustadz Labib, tujuan kegiatan ini adalah untuk menggali kepribadian para peserta didik agar lebih mudah dalam mengarahkan mereka mengoptimalkan potensinya di masa datang serta mencegah munculnya potensi negatif mereka. “Kita ingin melihat kepribadian masing-masing, agar mendapat penanganan yang tepat pada setiap peserta didik,” lanjutnya saat dikonfirmasi sitbinainsani.sch.id.
Kegiatan diawali dengan mengumpulkan seluruh peserta didik di Masjid As Sunnah untuk kemudian mereka diharuskan menjawab beberapa pertanyaan secara online yang hasilnya bisa langsung terlihat dalam bentuk file PDF yang masuk di email masing-masing peserta didik. Setelah itu, dilakukan tes tulis secara offline di mana peserta didik diminta menuliskan jawaban pada lembaran kertas yang telah disediakan oleh ustadz Labib.
Ustadz Labib memaparkan, diharapkan peserta didik dapat mengambil manfaat yang diperoleh dari tes ini seperti mengetahui potensi pada diri sendiri, memahami kebiasaan dan karakter, mengetahui gaya belajar, dan mengetahui minat bakat serta mengenal motivasi mereka.
“Alhamdulillah, membantu aku banget,” ujar Rafa Fauziah Fitriani (kelas 11). “Serasa menemukan diri sendiri yang masih terombang ambing mencari kepastian. Apalagi hasilnya ternyata 90% akurat dengan yang aku alami,” lanjutnya dengan antusias.
Melalui kegiatan ini, para guru juga merasa terbantu untuk menyusun program pembelajaran di kelas seperti keterampilan manajemen kelas, teknik komunikasi yang lebih baik, atau pendekatan yang lebih empatik terhadap siswa. Bu Annisa Nurhayati, S.Pd. berpendapat, tes kepribadian dalam kegiatan BERKAH ini membantunya dalam mengetahui karakteristik siswa dan juga mengetahui minat bakatnya. “Jadi kita bisa paham bagaimana mengarahkan siswa sesuai dengan hasil dari tes kepribadiannya dan minat serta bakatnya,” ujar guru Biologi yang biasa disapa Bu Nisa tersebut. (tiss_@/humassmait)
Dokumentasi Selengkapnya KLIK DISINI!



